https://kristantotrust.blogspot.com/p/daftar-isi.html
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Pola Penjualan Di Medsos


Mau jualan di MedSos?
sebuah pertandingan antara Keinginan dan Kebutuhan yang perlu kita analisa.
setelah kemarin memposting 7 FOKUS (Formula Orang Kaya Untuk Sukses dalam berbisnis,
disini mari kita sharing kembali.
jika kita ingin berbisnis via Internet dengan menggunakan website, maka ilmu SEO bisa menjadi senjata utama dalam meraih pengunjung atau traffic/viewers yang tinggi.
lalu, bagaimana dengan Sosial Media?
setelah dianalisa,
maka dapat disarikan kedalam beberapa hal dasar,
1. Memahami Pola Penjualan Sosial Media
2. Memahami perilaku pengguna media sosial
3. Menciptakan "Lirik-able" konten yang dibuat
4. Menguatkan Korelasi atau hubungan antara konten dengan pesan yang ditujukan ke target market.
penjelasannya demikian,
(1)
Pola Penjualan Media Sosial.
dalam berjualan lewat media sosial didasari keinginan, bukan kebutuhan.
kenapa? karena kita berjualan langsung ke umat kepo medsos, atau bisa disebut "viewers".
bangun pagi, buka HP,
yang pertama pengen dikepoin itu kebanyakan beranda atau pemberitahuan (notifikasi) kan?
bukan nyari barang jualan. (termasuk kepoin mantan, yaa... bisa jadi,.,ckckck...  )
sekitar 82 juta lebih akun FB di Indonesia, dan akun aktif sekitar 40 jutaan.
hampir semua menggunakan medsos untuk kebutuhan interaksi atau berkomunikasi dengan lainnya.
karena cara berhubungan/interaksi manusia terpengaruh cukup besar dengan hadirnya media sosial.

(banyak anak muda yang lebih melototin HP di era kekinian Bro Sis...   )Apa Yang Bisa Kami Bantu?
maka bangun interaksi menjadi sangatlah penting.
dan bangun interaksi bisa diawali dengan sharing-sharing dahulu, baru selling-selling kemudian (tentunya dengan cara yang kreatif dalam menawarkan produk ya)
(2)
Perilaku Pengguna Media Sosial.
pernah menggunakan dukun Internet seperti Babah Google, Nyai Bing atau Juragan Yahoo?
coba dirasakan, kebanyakan pengguna Internet menggunakan hal tersebut (Search Engine) lebih pada kebutuhan mereka tentang suatu hal atau informasi. betul kan?
nah... di media sosial,
banyak yang tertarik karena sekedar foto produknya gaya banget, sentuhan tulisan yang nafsuin atau bikin baper pembaca, terasa tersadarkan dengan konten yang dilihat,
dan tergoda dengan model yang ditampilkan (eh, ini keketik ya, abaikan.,.,ckckck., maklum kelemahan Laki ada di mata)
jadi sering terjadi karena adanya keinginan yang datang.
bisa saja berdasarkan kebutuhan tapi tidak sebanyak yang berasal dari keinginan viewers.
intinya, tentang konversi dari Viewers menjadi Buyers.
(3)
Konten "Lirik-able" dalam berjualan
ada produk yang terjual dengan laris padahal produknya bisa dibilang sederhana, biasa & gak perlu cari online pun bisa.
tapi dengan konten yang bernilai seni tinggi, background ya adem di mata, unsur penunjang tampilan produk yang bikin mata tambah lapar, tulisan atau copywriting yang nafsuin, dan lain sebagainya,
bisa bikin laris hingga ratusan juta.
adapula produk yang kualitasnya bagus banget deh. jempolan.
bahannya mantap, manfaatnya besar dan nilainya oke punya deh.
tapi konten yang ditampilkan membuat orang malas lirik.
mungkin pernah lihat orang jualan produk tapi buram fotonya?
atau berjualan tapi dengan background di dapur, kebun atau background tembok yg catnya memudar?
pernah lihat?
So, You Know lah what I mean... 
(4)
Pentingnya Hubungan Kuat antara Caption dengan Konten
faktor "kebetulan Lihat" biasanya pertanda awal yang menentukan viewers mau tahu lebih lanjut atau scroll terus kebawah (mengabaikan) saat melihat konten kita di Beranda (Home).
pernah lihat status/post "sponsored/bersponsor"??
misal ya,
bagaimana rasanya kalau Anda sudah iklan dengan menggunakan FB Ads,
tapi target meraih Likers miris,
orderannya tragis
dan biaya iklan pun berterbangan manis.
lihat kantong, bikin diri nangis-nangis,
#Peace... 
itu bisa disebabkan karena kurang jelasnya deskripsi singkat yang digunakan
atau
karena captionnya gak bikin orang penasaran lihat.
untuk produk yang sudah ternama, mungkin sudah tidak masalah.
tapi bagi yang belum ternama seindonesia,
caption dan kontennya sangat punya peranan besar.
maaf, akan terlalu panjang jika dijelaskan semua, tetapi, hal-hal dasar tersebut, bisa dijadikan pertimbangan kita dalam berbisnis di medsos.
segitu dulu ya kawan semua, semoga bermanfaat intisari sederhana yang saya pahami dari Guru-guru atau Mentor-mentor.
semoga analisa dari newbie ini bisa mencerahkan.

Posting Komentar untuk "4 Pola Penjualan Di Medsos"